Jakarta, 8 Mei 2026 – Seorang petani di wilayah Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan meninggal dunia setelah tersengat aliran listrik dari jebakan hama tikus yang dipasang di area persawahan miliknya sendiri. Peristiwa tersebut mengejutkan warga sekitar dan kembali memunculkan perhatian terkait bahaya penggunaan aliran listrik sebagai perangkap hama.
Korban diketahui memasang jebakan listrik untuk melindungi tanaman padi dari serangan tikus yang kerap merusak hasil panen. Namun nahas, alat yang awalnya ditujukan untuk mengusir hama justru memakan korban jiwa.
Menurut informasi dari warga sekitar, kejadian terjadi saat korban diduga sedang memeriksa kondisi jebakan di area sawah. Dalam situasi tertentu, korban diduga tidak menyadari masih adanya aliran listrik aktif sehingga tersengat dengan tegangan yang cukup kuat.
Warga yang menemukan korban langsung berupaya memberikan pertolongan dan melaporkan kejadian tersebut kepada aparat setempat. Namun saat diperiksa, korban dinyatakan telah meninggal dunia di lokasi kejadian.
Pihak kepolisian bersama petugas terkait kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan meminta keterangan sejumlah saksi. Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lain dan insiden diduga murni kecelakaan akibat sengatan listrik dari jebakan tersebut.
Peristiwa ini membuat warga sekitar kembali menyadari tingginya risiko penggunaan jebakan tikus berbasis listrik di area pertanian. Meski metode tersebut cukup sering digunakan petani untuk mengatasi serangan hama, penggunaan tanpa pengamanan memadai dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain yang melintas di area sawah.
Sejumlah petani mengaku penggunaan jebakan listrik dianggap praktis dan efektif mengurangi populasi tikus yang sering merusak tanaman. Namun mereka juga menyadari risiko fatal yang dapat terjadi apabila pemasangan dilakukan tanpa standar keamanan yang baik.
Pemerintah daerah dan aparat setempat sebelumnya telah beberapa kali mengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan aliran listrik secara sembarangan di lahan pertanian. Selain berbahaya, penggunaan instalasi tidak aman juga dapat memicu kecelakaan fatal, terutama saat kondisi sawah basah atau tergenang air.
Pengamat pertanian menilai perlunya edukasi lebih luas mengenai metode pengendalian hama yang aman dan ramah lingkungan. Petani diharapkan mendapat alternatif penanganan hama tanpa menggunakan sistem yang berisiko mengancam keselamatan manusia.
Peristiwa tragis tersebut kini menjadi perhatian masyarakat setempat sekaligus pengingat pentingnya keselamatan kerja di sektor pertanian. Aparat mengimbau warga agar lebih berhati-hati dalam menggunakan perangkat listrik di area terbuka demi mencegah kejadian serupa kembali terjadi.