Jakarta, 9 Mei 2026 – Russia kembali menggelar parade militer besar untuk memperingati kemenangan Uni Soviet dalam Perang Dunia II. Acara yang berlangsung di Moscow itu dipimpin langsung oleh Presiden Vladimir Putin dan dihadiri jajaran militer serta pejabat tinggi negara.
Parade tahunan tersebut menjadi salah satu agenda paling penting di Rusia dan dikenal sebagai simbol penghormatan terhadap jutaan korban serta perjuangan pasukan Soviet saat menghadapi Nazi Jerman dalam Perang Dunia II.
Dalam pidatonya, Putin menegaskan pentingnya persatuan nasional, kekuatan pertahanan negara, dan penghormatan terhadap sejarah perjuangan Rusia. Ia menyebut semangat pengorbanan generasi terdahulu harus terus dijaga di tengah tantangan global saat ini.
Parade militer menampilkan berbagai kendaraan tempur, sistem persenjataan modern, serta pasukan dari berbagai matra militer Rusia. Ribuan personel ikut ambil bagian dalam prosesi yang berlangsung di Lapangan Merah Moskow.
Selain menjadi simbol sejarah, parade tersebut juga dipandang sebagai ajang menunjukkan kekuatan militer Rusia kepada dunia internasional, terutama di tengah situasi geopolitik global yang masih tegang.
Pengamanan ketat diterapkan selama acara berlangsung mengingat kondisi keamanan internasional dan konflik yang masih melibatkan Rusia dalam beberapa tahun terakhir.
Masyarakat Rusia terlihat memadati sejumlah area untuk menyaksikan parade, sementara siaran langsung acara juga mendapat perhatian luas dari media internasional.
Pengamat hubungan internasional menilai pidato Putin kali ini kembali menekankan pesan mengenai stabilitas nasional dan kesiapan Rusia menghadapi tekanan eksternal.
Hari Kemenangan atau Victory Day sendiri diperingati setiap 9 Mei di Rusia sebagai momen bersejarah atas kemenangan Uni Soviet melawan Nazi Jerman pada tahun 1945.
Dengan digelarnya parade militer tersebut, pemerintah Rusia kembali menegaskan pentingnya sejarah Perang Dunia II sebagai bagian utama identitas nasional dan semangat patriotisme negara.