Bandung, 6 September 2026 – Sebanyak delapan penerbangan di Bandara Husein Sastranegara, Bandung, terdampak penghentian sementara aktivitas penerbangan akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau pada Minggu. Bandara menghentikan operasional penerbangan mulai pukul 12.07 WIB setelah terdapat indikasi material vulkanik yang berpotensi membahayakan keselamatan penerbangan. Corporate Secretary Group Head PT Angkasa Pura Indonesia Arie Ahsanurrohim menyebut delapan penerbangan tersebut diperkirakan membawa sekitar 1.300 penumpang. Penerbangan yang terdampak melayani perjalanan dari dan menuju sejumlah kota, termasuk Denpasar, Balikpapan, dan Surabaya. Seluruh penerbangan harus menyesuaikan kondisi karena bandara tidak dapat digunakan untuk kegiatan lepas landas maupun pendaratan selama periode penutupan. Penghentian sementara diperkirakan berlangsung hingga pukul 16.00 WIB dengan tetap mempertimbangkan perkembangan sebaran abu vulkanik.
Penutupan Bandara Husein Sastranegara dituangkan melalui NOTAM C1086/26 yang diterbitkan AirNav Indonesia. Pemberitahuan tersebut menetapkan ruang udara Bandara Husein Sastranegara berstatus closed mulai pukul 12.07 WIB pada Minggu. Estimasi pembukaan kembali ditetapkan pukul 16.00 WIB, tetapi waktu tersebut masih dapat berubah apabila kondisi ruang udara belum memenuhi standar keselamatan. AirNav Indonesia terus melakukan pemantauan melalui Indonesia Network Management Center untuk mengetahui perkembangan pergerakan material vulkanik. Informasi aeronautika akan diperbarui apabila terdapat perubahan kondisi yang memengaruhi kegiatan penerbangan. Koordinasi dengan pengelola bandara, maskapai, dan pemangku kepentingan lainnya juga dilakukan selama penghentian operasional berlangsung.
Penghentian aktivitas di Husein Sastranegara dilakukan setelah pemeriksaan menunjukkan adanya indikasi abu vulkanik di kawasan bandara. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan Bandara Husein Sastranegara menjadi salah satu bandara terbaru yang terdampak setelah pengecekan sekitar pukul 12.00 WIB. Hasil paper test menunjukkan indikasi positif sehingga kegiatan penerbangan tidak dapat diteruskan seperti kondisi normal. Pemerintah kemudian mengambil langkah penutupan sebagai tindakan pencegahan terhadap risiko yang dapat ditimbulkan material vulkanik. Keselamatan penumpang dan awak pesawat menjadi pertimbangan utama dalam setiap keputusan operasional. Bandara baru dapat kembali melayani penerbangan apabila evaluasi menunjukkan kondisi telah aman.
Delapan penerbangan yang terdampak tidak langsung dinyatakan kehilangan jadwal perjalanan secara permanen karena pada pembaruan awal penerbangan tersebut dilaporkan mengalami penundaan. Maskapai harus menunggu perkembangan kondisi Bandara Husein sebelum menentukan jadwal keberangkatan berikutnya. Penumpang yang sudah berada di bandara maupun masih dalam perjalanan menuju terminal diminta mengikuti informasi terbaru dari maskapai. Perubahan dapat terjadi dalam waktu relatif cepat apabila penutupan diperpanjang atau bandara dapat dibuka kembali sesuai estimasi. Situasi tersebut juga dapat memengaruhi rotasi pesawat yang digunakan untuk penerbangan selanjutnya. Karena itu, penanganan tidak hanya berkaitan dengan delapan jadwal di Bandung, tetapi juga penerbangan lanjutan yang menggunakan pesawat dan awak yang sama.
Gangguan di Bandara Husein Sastranegara merupakan bagian dari dampak lebih luas erupsi Anak Krakatau terhadap jaringan penerbangan pada Minggu. Dengan masuknya Husein Sastranegara ke dalam daftar bandara yang ditutup sementara, terdapat enam bandara yang tercatat menghentikan kegiatan penerbangan akibat sebaran abu. Selain Husein Sastranegara, pembatasan juga diberlakukan di Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, Radin Inten II, Budiarto, dan Pondok Cabe. Waktu penutupan setiap bandara berbeda karena ditentukan berdasarkan kondisi aktual dan hasil pemeriksaan masing-masing kawasan. Sejumlah bandara bahkan harus memperpanjang periode penutupan setelah abu masih terdeteksi. Kondisi tersebut menyebabkan gangguan penerbangan terjadi secara berantai pada berbagai rute domestik maupun internasional.
Abu vulkanik merupakan material yang mendapatkan perhatian khusus dalam keselamatan penerbangan karena dapat memberikan dampak terhadap mesin maupun berbagai komponen pesawat. Partikelnya dapat terbawa hingga ketinggian yang digunakan sebagai jalur penerbangan dan sulit dikenali hanya melalui pengamatan dari permukaan. Karena itu, bandara dapat dihentikan sementara meskipun kondisi di sekitar terminal terlihat relatif normal bagi masyarakat. Keputusan operasional membutuhkan informasi mengenai sebaran abu, kondisi atmosfer, hasil pemeriksaan lapangan, serta perkembangan aktivitas gunung api. Pendekatan pencegahan diperlukan untuk menghindari pesawat memasuki ruang udara yang dinilai memiliki risiko. Penutupan sementara menjadi pilihan ketika keselamatan penerbangan belum dapat dipastikan.
Dampak penghentian sejumlah bandara pada Minggu telah menyebabkan ratusan penerbangan mengalami perubahan operasional. Berdasarkan pembaruan pemantauan pada pukul 10.35 WIB, sebelum penutupan Husein Sastranegara diberlakukan, tercatat 373 penerbangan terdampak akibat pembatasan di sejumlah bandara. Di Soekarno-Hatta terdapat 202 penerbangan terdampak yang terdiri atas pembatalan, keterlambatan, penundaan, pengalihan, dan penerbangan yang kembali ke bandara asal. Gangguan juga terjadi pada penerbangan di Radin Inten II dan Halim Perdanakusuma. Dampak kemudian menjalar ke bandara lain karena banyak rute mempunyai keterkaitan dengan bandara yang sedang ditutup. Bertambahnya Husein Sastranegara ke dalam daftar bandara terdampak semakin memperluas penyesuaian jaringan penerbangan.
Bagi calon penumpang di Bandung, pengelola bandara meminta masyarakat terus memantau informasi penerbangan dari maskapai sebelum melakukan perjalanan menuju bandara. Langkah tersebut penting untuk menghindari penumpukan penumpang ketika aktivitas penerbangan masih dihentikan. Maskapai juga memiliki kewajiban menyampaikan perubahan status perjalanan dan memberikan penanganan kepada pengguna jasa sesuai ketentuan yang berlaku. Penumpang perlu memperhatikan pesan singkat, surat elektronik, aplikasi, maupun kanal komunikasi resmi yang digunakan ketika membeli tiket. Apabila penutupan diperpanjang, jadwal yang sebelumnya hanya mengalami penundaan dapat kembali mengalami penyesuaian. Kepastian keberangkatan sangat bergantung pada kondisi ruang udara setelah evaluasi berikutnya dilakukan.
AirNav Indonesia memastikan pemantauan kondisi ruang udara akan terus berlangsung selama aktivitas Anak Krakatau masih memengaruhi penerbangan. Pembaruan NOTAM dapat diterbitkan mengikuti hasil evaluasi terbaru sehingga estimasi pembukaan bandara bukan merupakan waktu yang bersifat mutlak. Apabila abu masih ditemukan, periode penutupan dapat diperpanjang untuk mempertahankan standar keselamatan. Sebaliknya, kegiatan penerbangan dapat dipulihkan secara bertahap ketika kondisi dinyatakan memenuhi persyaratan. Koordinasi antarlembaga diperlukan karena pergerakan material vulkanik dapat berubah mengikuti kondisi atmosfer. Maskapai kemudian harus menyesuaikan kembali jadwal, pesawat, dan awak setelah bandara mendapatkan izin untuk beroperasi.
Penghentian delapan penerbangan di Bandara Husein Sastranegara menunjukkan dampak erupsi Anak Krakatau telah menjangkau operasional transportasi udara hingga Bandung. Sekitar 1.300 penumpang diperkirakan terdampak pada penerbangan yang melayani antara lain Denpasar, Balikpapan, dan Surabaya. Pengelola bandara dan otoritas penerbangan akan terus melakukan evaluasi sampai kondisi dinilai aman untuk kegiatan lepas landas dan pendaratan. Penumpang diharapkan tidak memaksakan datang ke bandara tanpa memastikan status penerbangannya terlebih dahulu. Ketika operasional kembali dibuka, pemulihan jadwal juga berpotensi dilakukan secara bertahap karena rotasi pesawat sebelumnya telah mengalami perubahan. Keselamatan tetap menjadi prioritas utama sampai risiko sebaran abu vulkanik Anak Krakatau terhadap ruang udara benar-benar dapat dikendalikan.