Jakarta, 3 Mei 2026 – Tokoh politik Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan pandangannya terkait penanganan pelaku kerusuhan yang terjadi di kawasan Dago. Ia mengusulkan agar para pelaku mendapatkan pembinaan di lingkungan barak militer sebagai bentuk pendekatan pembinaan karakter.
Menurut Dedi, langkah tersebut dapat menjadi alternatif untuk memberikan efek jera sekaligus membentuk kedisiplinan. Ia menilai bahwa pendekatan pembinaan perlu dilakukan selain penegakan hukum, terutama bagi pelaku yang masih berusia muda.
Dedi Mulyadi menekankan bahwa tujuan utama dari pembinaan adalah memperbaiki perilaku, bukan sekadar memberikan hukuman. Dengan lingkungan yang terstruktur dan disiplin, diharapkan pelaku dapat berubah menjadi pribadi yang lebih baik.
Ia juga menyebut bahwa pembinaan di barak militer dapat melibatkan pelatihan fisik, pendidikan karakter, serta nilai-nilai kebangsaan. Program tersebut diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi para pelaku.
Namun, usulan ini juga menuai beragam tanggapan. Sejumlah pihak menilai bahwa pendekatan tersebut perlu dikaji lebih lanjut agar tetap sesuai dengan aturan hukum dan prinsip perlindungan hak asasi manusia.
Pengamat sosial menilai bahwa penanganan pelaku kerusuhan harus dilakukan secara komprehensif, termasuk melalui pendidikan, pendekatan keluarga, dan lingkungan sosial. Pembinaan dinilai penting, tetapi harus dilakukan dengan metode yang tepat.
Di sisi lain, masyarakat berharap agar kejadian kerusuhan tidak kembali terulang. Upaya pencegahan melalui edukasi dan pengawasan dinilai menjadi langkah penting dalam menjaga ketertiban.
Pihak berwenang juga diharapkan dapat mengevaluasi penyebab terjadinya kerusuhan agar solusi yang diambil tidak hanya bersifat jangka pendek. Pendekatan yang menyeluruh dinilai lebih efektif dalam mengatasi masalah sosial.
Dengan berbagai pandangan yang muncul, usulan pembinaan di barak militer menjadi salah satu opsi yang masih perlu dibahas lebih lanjut. Tujuan akhirnya adalah menciptakan lingkungan yang lebih aman dan kondusif bagi masyarakat.