Jakarta, 5 Mei 2026 – Aktivitas sektor manufaktur Indonesia menunjukkan perlambatan pada periode terbaru, tercermin dari turunnya indeks Purchasing Managers’ Index (PMI). Data dari S&P Global mengindikasikan adanya penurunan aktivitas produksi serta pesanan baru yang memengaruhi kinerja industri secara keseluruhan.
Pelemahan ini terutama dipicu oleh menurunnya permintaan, baik dari pasar domestik maupun ekspor. Sejumlah pelaku industri melaporkan berkurangnya volume pesanan yang berdampak langsung pada tingkat produksi dan utilisasi kapasitas pabrik.
Selain faktor permintaan, tekanan biaya produksi juga turut memengaruhi kondisi sektor manufaktur. Kenaikan harga bahan baku serta biaya operasional membuat sejumlah perusahaan harus melakukan penyesuaian untuk menjaga efisiensi.
Meski menghadapi tantangan, pelaku industri tetap optimistis terhadap pemulihan dalam beberapa bulan ke depan. Dukungan kebijakan pemerintah serta stabilitas ekonomi diharapkan dapat mendorong kembali pertumbuhan sektor manufaktur nasional.