Jakarta, 23 September 2026 – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia membidik penguatan kemitraan dengan China untuk mengoptimalkan pengembangan industri budaya dan ekonomi kreatif. Kerja sama tersebut diharapkan membuka peluang lebih luas bagi pelaku usaha Indonesia untuk mengembangkan produk budaya sekaligus menjangkau pasar internasional. Industri budaya dinilai memiliki potensi ekonomi besar karena Indonesia mempunyai kekayaan seni, tradisi, kuliner, fesyen, film, musik, hingga kerajinan. China dengan pasar yang besar dapat menjadi salah satu mitra strategis untuk memperluas skala industri tersebut. Kemitraan juga dapat diarahkan pada investasi, promosi, teknologi, dan peningkatan kapasitas pelaku usaha.
Kadin melihat hubungan ekonomi Indonesia dan China dapat diperluas melampaui sektor perdagangan barang dan investasi konvensional. Industri budaya menawarkan ruang kolaborasi yang dapat menghubungkan kreativitas dengan kegiatan ekonomi bernilai tambah. Produk budaya Indonesia memiliki karakter yang beragam dan berpotensi diperkenalkan kepada konsumen China melalui berbagai saluran. Sebaliknya, pengalaman China dalam mengembangkan industri kreatif dan memanfaatkan teknologi digital dapat menjadi bagian dari pertukaran pengetahuan. Kolaborasi tersebut diharapkan memberikan manfaat yang seimbang bagi pelaku usaha kedua negara.
Digitalisasi menjadi salah satu faktor penting dalam pengembangan industri budaya modern. Platform digital memungkinkan karya musik, film, animasi, desain, permainan digital, hingga produk kreatif lainnya menjangkau konsumen lintas negara secara lebih cepat. Kemitraan dengan perusahaan maupun lembaga di China dapat membuka kesempatan bagi pelaku kreatif Indonesia untuk memperoleh akses terhadap teknologi, jaringan distribusi, dan pasar yang lebih luas. Namun, perluasan akses tersebut perlu disertai perlindungan hak kekayaan intelektual yang kuat. Kepastian terhadap kepemilikan karya menjadi penting agar kreator mendapatkan manfaat ekonomi yang sesuai.
Selain produk digital, kerja sama industri budaya juga dapat dikembangkan melalui kegiatan pameran, festival, pertunjukan seni, dan promosi pariwisata. Interaksi langsung antara pelaku kreatif kedua negara dapat membuka peluang terciptanya proyek bersama maupun pertukaran ide. Kegiatan semacam itu juga dapat menjadi sarana memperkenalkan identitas budaya Indonesia kepada masyarakat internasional. Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah berpotensi memperoleh manfaat apabila mendapatkan kesempatan masuk dalam rantai perdagangan tersebut. Dukungan promosi dan kurasi produk diperlukan agar karya yang ditawarkan memiliki daya saing.
Pengembangan kemitraan dengan China juga membutuhkan kesiapan sumber daya manusia di sektor budaya dan kreatif. Pelaku industri perlu memahami kebutuhan pasar, strategi pemasaran internasional, pemanfaatan teknologi, serta mekanisme perdagangan lintas negara. Peningkatan kompetensi dapat dilakukan melalui pelatihan, pertukaran pengalaman, hingga kerja sama antara lembaga pendidikan dan dunia usaha. Kadin dapat memainkan peran dalam mempertemukan perusahaan, kreator, investor, serta pemangku kepentingan lainnya. Jaringan bisnis tersebut diharapkan membantu mempercepat realisasi peluang kerja sama menjadi kegiatan ekonomi konkret.
Di sisi lain, pengembangan industri budaya perlu tetap menempatkan identitas dan kekayaan budaya Indonesia sebagai fondasi utama. Kolaborasi internasional tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan nilai ekonomi, tetapi juga dapat menjadi sarana memperkenalkan keberagaman budaya nasional secara lebih luas. Pelibatan komunitas lokal menjadi penting agar manfaat ekonomi tidak hanya terkonsentrasi pada perusahaan besar. Model kemitraan yang inklusif dapat memberikan ruang bagi perajin, seniman, kreator muda, dan UMKM untuk berkembang. Dengan demikian, pertumbuhan industri budaya dapat memberikan dampak langsung terhadap penciptaan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan masyarakat.
Upaya Kadin membidik kemitraan dengan China menjadi bagian dari langkah memperluas sumber pertumbuhan ekonomi berbasis kreativitas dan budaya. Tahap berikutnya membutuhkan pemetaan sektor potensial, penguatan jaringan bisnis, serta penyusunan skema kerja sama yang memberikan manfaat bagi kedua pihak. Pemerintah dan dunia usaha juga perlu memastikan aspek regulasi, investasi, hak kekayaan intelektual, serta akses pasar dapat mendukung pengembangan industri tersebut. Jika dijalankan secara berkelanjutan, kerja sama Indonesia-China berpotensi memperluas pasar bagi produk kreatif nasional sekaligus meningkatkan kapasitas pelaku industrinya. Industri budaya pun dapat berkembang menjadi salah satu sektor yang semakin penting dalam memperkuat hubungan ekonomi kedua negara.