Jakarta, 4 Juni 2026 – Presiden Prabowo Subianto menyinggung adanya mitra pelaksana Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga melakukan penyimpangan dalam pelaksanaan program. Dalam sebuah kesempatan, Prabowo mengingatkan pihak-pihak yang terlibat agar segera mengakui kesalahan jika memang terbukti melakukan pelanggaran, seraya menyampaikan pesan bahwa kejujuran dan sikap kooperatif akan membantu penyelesaian persoalan yang sedang dihadapi.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya sorotan terhadap tata kelola Program Makan Bergizi Gratis yang belakangan menjadi perhatian publik. Presiden menegaskan bahwa program yang dirancang untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan, tidak boleh dicederai oleh tindakan yang merugikan negara maupun masyarakat penerima manfaat.
Menurut Prabowo, pemerintah tidak akan mentoleransi praktik penyimpangan yang berpotensi menghambat tujuan program nasional. Ia menekankan bahwa seluruh pihak yang terlibat, mulai dari penyelenggara, pemasok, hingga mitra pelaksana di lapangan, memiliki tanggung jawab untuk menjalankan tugas sesuai aturan dan menjaga integritas dalam penggunaan anggaran negara.
Presiden juga mengingatkan bahwa aparat penegak hukum saat ini tengah melakukan proses penyelidikan dan penyidikan terhadap sejumlah kasus yang berkaitan dengan pelaksanaan program. Oleh karena itu, pihak-pihak yang mengetahui adanya pelanggaran diminta untuk bersikap terbuka dan bekerja sama dengan aparat agar proses hukum dapat berjalan secara lebih cepat dan transparan.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi pesan bahwa pemerintah berkomitmen menjaga kredibilitas Program Makan Bergizi Gratis sebagai salah satu program prioritas nasional. Prabowo menegaskan bahwa tujuan utama program adalah membantu masyarakat dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Karena itu, setiap indikasi penyimpangan akan ditindak sesuai hukum yang berlaku agar manfaat program tetap dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat yang membutuhkan.