Cirebon, 14 Oktober 2026 – Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) mengajak masyarakat Cirebon, Jawa Barat, untuk mengenal lebih dekat sejarah dan perjalanan panjang KRI Dewaruci sebagai salah satu kapal layar legendaris Indonesia. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas pengetahuan masyarakat mengenai sejarah kemaritiman nasional. KRI Dewaruci memiliki peran penting dalam pendidikan pelayaran sekaligus menjadi simbol pengabdian TNI AL selama puluhan tahun. Melalui pengenalan sejarah kapal tersebut, masyarakat diharapkan semakin memahami perkembangan dunia pelayaran dan pertahanan laut Indonesia. Kegiatan edukasi ini juga menjadi kesempatan untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap potensi kelautan Nusantara.
KRI Dewaruci merupakan kapal layar latih yang telah menjadi bagian dari sejarah TNI AL sejak 1953. Kapal tersebut dibangun di galangan H.C. Stülcken & Sohn, Hamburg, Jerman, sebelum digunakan untuk mendukung pendidikan calon perwira Angkatan Laut Indonesia. Dengan tiga tiang layar utama, Dewaruci memiliki desain khas kapal layar tradisional yang tetap mengandalkan keterampilan awak dalam pengoperasiannya. Keberadaan kapal ini menjadi sarana pembelajaran mengenai navigasi, kedisiplinan, kepemimpinan, dan kerja sama dalam pelayaran. Selama masa pengabdiannya, Dewaruci telah membawa banyak generasi pelaut Indonesia mengenal tantangan kehidupan di laut.
Nama Dewaruci memiliki makna filosofis yang berkaitan dengan pencarian pengetahuan dan pembentukan karakter dalam kisah pewayangan. Filosofi tersebut sejalan dengan tujuan pendidikan pelayaran yang menuntut ketekunan, keberanian, serta kemampuan menghadapi berbagai situasi. Para kadet yang mengikuti pelatihan di kapal layar harus memahami teknik pengoperasian layar, membaca kondisi cuaca, dan menjaga keselamatan pelayaran. Aktivitas tersebut memberikan pengalaman langsung yang tidak sepenuhnya dapat diperoleh melalui pembelajaran di ruang kelas. Proses pendidikan di atas kapal juga membentuk rasa tanggung jawab dan solidaritas antarsesama awak.
Sepanjang sejarahnya, KRI Dewaruci telah melakukan berbagai pelayaran internasional dan mengunjungi sejumlah pelabuhan di berbagai negara. Kehadirannya dalam kegiatan kemaritiman internasional turut memperkenalkan identitas Indonesia kepada masyarakat dunia. Kapal tersebut menjadi sarana diplomasi melalui interaksi antarpelaut, pertukaran budaya, dan hubungan persahabatan dengan negara lain. Berbagai pengalaman pelayaran yang dijalani menjadikan Dewaruci sebagai bagian penting dari perjalanan diplomasi maritim Indonesia. Nilai sejarah tersebut membuat kapal ini tetap memiliki arti besar meskipun perkembangan teknologi pelayaran terus berlangsung.
Pengenalan KRI Dewaruci kepada masyarakat Cirebon juga memiliki keterkaitan dengan sejarah panjang kawasan pesisir utara Jawa. Cirebon sejak masa lampau dikenal sebagai salah satu pusat perdagangan dan pelayaran yang menghubungkan berbagai wilayah Nusantara. Aktivitas pelabuhan turut membentuk perkembangan ekonomi, budaya, dan kehidupan sosial masyarakat setempat. Karena itu, kegiatan edukasi mengenai sejarah kapal memiliki relevansi dengan identitas Cirebon sebagai daerah yang mempunyai tradisi kemaritiman. Masyarakat dapat memahami bahwa perkembangan kota pelabuhan tidak dapat dipisahkan dari peran transportasi laut dan hubungan perdagangan antardaerah.
TNI AL memandang pengenalan sejarah kapal sebagai salah satu cara memperkuat wawasan kebangsaan dan kesadaran maritim masyarakat. Generasi muda perlu mengetahui bahwa Indonesia memiliki wilayah perairan luas yang berperan penting dalam transportasi, perdagangan, perikanan, dan pertahanan. Pengetahuan mengenai kehidupan pelaut dapat membuka wawasan tentang berbagai profesi serta peluang pengembangan sumber daya manusia di sektor kelautan. Selain itu, pemahaman terhadap sejarah kemaritiman dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab untuk menjaga lingkungan laut. Pendidikan semacam ini diharapkan mampu membangun hubungan yang lebih dekat antara masyarakat dan institusi TNI AL.
Dalam perkembangannya, TNI AL telah menghadirkan KRI Bima Suci sebagai kapal layar latih yang mulai memperkuat armada pada 2017. Kehadiran kapal tersebut melanjutkan tradisi pendidikan pelayaran yang sebelumnya identik dengan KRI Dewaruci. Meski demikian, Dewaruci tetap memiliki nilai historis sebagai kapal yang telah mendidik banyak generasi perwira Angkatan Laut. Pelestarian dan pengenalan sejarah kapal menjadi penting agar pengalaman panjang tersebut tidak hilang seiring pergantian generasi. KRI Dewaruci juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana pendidikan sejarah dan pengenalan budaya maritim kepada masyarakat luas.
Kegiatan TNI AL di Cirebon menjadi salah satu bentuk upaya menjaga warisan sejarah kemaritiman Indonesia sekaligus memperkuat hubungan dengan masyarakat. KRI Dewaruci tidak hanya dikenal sebagai kapal layar latih, tetapi juga sebagai simbol ketangguhan, kedisiplinan, dan semangat pelayaran bangsa. Pengenalan sejarahnya diharapkan dapat meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap pengabdian para pelaut Indonesia. Generasi muda juga didorong untuk memahami pentingnya sektor kelautan dalam pembangunan dan pertahanan nasional. Melalui kegiatan edukasi yang berkelanjutan, sejarah KRI Dewaruci diharapkan tetap hidup dan menjadi inspirasi bagi generasi penerus bangsa.