Jakarta, 16 September 2026 – Sebuah peristiwa bersejarah dalam perkembangan dunia penerbangan kembali menjadi perhatian, yakni kecelakaan pesawat eksperimental buatan Wright bersaudara yang terjadi pada 17 September 1908. Pesawat yang saat itu merupakan teknologi terbaru dan sedang menjalani rangkaian uji coba untuk kebutuhan militer Amerika Serikat jatuh menghantam tanah di Fort Myer, Virginia. Orville Wright yang menerbangkan pesawat berhasil selamat meskipun mengalami luka serius. Namun, penumpangnya, Letnan Satu Thomas E. Selfridge, mengalami cedera berat dan meninggal beberapa jam kemudian. Peristiwa tersebut kemudian tercatat sebagai salah satu kecelakaan paling penting dalam sejarah awal penerbangan bermesin. Insiden itu sekaligus menjadi pelajaran besar bagi pengembangan standar keselamatan pesawat pada masa berikutnya.
Penerbangan tersebut merupakan bagian dari upaya Wright bersaudara menunjukkan kemampuan pesawat mereka kepada militer Amerika Serikat. Orville Wright berada di posisi pilot, sedangkan Selfridge ikut dalam penerbangan sebagai pengamat. Pada awalnya penerbangan berlangsung normal dan pesawat mampu beberapa kali mengitari lapangan. Pesawat kemudian mencapai ketinggian sekitar 150 kaki atau sekitar 46 meter. Tidak lama kemudian, muncul masalah pada sistem pesawat yang membuat penerbangan berubah menjadi situasi darurat. Orville segera berusaha mengendalikan pesawat dan menurunkan ketinggian.
Masalah diketahui bermula ketika salah satu bilah baling-baling mengalami kerusakan. Pecahnya bagian tersebut menimbulkan getaran kuat dan menyebabkan komponen baling-baling mengenai kabel yang berhubungan dengan sistem kendali. Kerusakan kemudian mengganggu kemampuan pilot mengontrol bagian ekor pesawat. Orville masih berhasil membawa pesawat turun hingga sekitar 75 kaki atau 23 meter. Namun, kemampuan pengendalian semakin berkurang dalam hitungan detik. Pesawat akhirnya jatuh dengan keras dan mengalami kerusakan berat setelah menghantam tanah.
Benturan tersebut menyebabkan Orville mengalami sejumlah cedera serius, termasuk patah tulang. Ia kemudian mendapatkan perawatan dan membutuhkan waktu cukup panjang untuk memulihkan kondisinya. Selfridge mengalami luka yang lebih berat dan kehilangan kesadaran setelah kecelakaan. Upaya medis dilakukan untuk menyelamatkannya, tetapi ia meninggal dunia beberapa jam kemudian. Selfridge kemudian dikenal sebagai orang pertama yang meninggal akibat kecelakaan pesawat bermesin. Tragedi tersebut menjadi salah satu peristiwa yang menunjukkan besarnya risiko penerbangan pada masa awal perkembangan teknologi pesawat.
Kecelakaan juga memberikan pukulan besar bagi proyek Wright bersaudara yang ketika itu sedang berusaha mendapatkan kepercayaan pemerintah Amerika Serikat. Pesawat mereka merupakan hasil pengembangan dari berbagai eksperimen penerbangan yang telah dilakukan selama bertahun-tahun. Teknologi penerbangan pada awal abad ke-20 masih berada pada tahap yang sangat awal sehingga hampir setiap penerbangan eksperimental membawa risiko tinggi. Sistem kendali, material pesawat, desain baling-baling, dan mesin masih terus disempurnakan. Kecelakaan Fort Myer memberikan informasi penting mengenai kelemahan komponen yang sebelumnya belum diketahui. Hasil penyelidikan kemudian menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki rancangan berikutnya.
Orville dan Wilbur Wright tidak menghentikan pengembangan pesawat setelah tragedi tersebut. Mereka melakukan perbaikan terhadap desain dan memperkuat sejumlah bagian yang dianggap memiliki kelemahan. Fokus besar diberikan terhadap baling-baling dan sistem kendali agar kegagalan serupa tidak kembali terjadi. Pengujian berikutnya juga dilakukan dengan memperhatikan pengalaman dari kecelakaan Fort Myer. Wright bersaudara kemudian kembali ke lokasi tersebut pada 1909 dengan pesawat yang telah mengalami berbagai penyempurnaan. Rangkaian uji terbang yang sebelumnya tertunda akhirnya dapat dilanjutkan.
Peristiwa tersebut turut memengaruhi cara industri penerbangan memahami pentingnya keselamatan dan pengujian komponen. Kecelakaan tidak hanya dilihat sebagai kegagalan, tetapi juga menjadi sumber informasi untuk mengetahui bagaimana sebuah pesawat bereaksi ketika salah satu sistem mengalami kerusakan. Prinsip tersebut kemudian berkembang menjadi bagian penting dalam industri penerbangan modern. Setiap komponen pesawat kini menjalani rangkaian pengujian sebelum digunakan dalam penerbangan komersial maupun militer. Sistem cadangan juga dikembangkan untuk mengurangi risiko ketika terjadi kegagalan pada komponen utama. Perjalanan menuju tingkat keselamatan penerbangan modern dibentuk oleh berbagai pengalaman dari masa awal penerbangan.
Lebih dari satu abad setelah kecelakaan tersebut, peristiwa Fort Myer tetap menjadi bagian penting dalam sejarah penerbangan dunia. Orville Wright berhasil pulih dan melanjutkan pengembangan teknologi pesawat bersama saudaranya. Sementara itu, kematian Thomas Selfridge menjadi pengingat mengenai besarnya risiko yang dihadapi para perintis penerbangan pada awal abad ke-20. Tragedi itu tidak menghentikan perkembangan pesawat, tetapi justru mendorong perbaikan desain, sistem kendali, dan standar keselamatan. Dalam waktu relatif singkat setelah kecelakaan, teknologi penerbangan terus mengalami kemajuan pesat. Peristiwa 17 September 1908 tersebut akhirnya menjadi salah satu tonggak yang ikut membentuk penerbangan modern seperti yang dikenal saat ini.