Jakarta, 20 September 2026 – Ayu Ting Ting tak mampu menahan air mata setelah menyaksikan film Ibu, Bagaimana Aku Tanpamu yang mengangkat kisah emosional mengenai hubungan seorang ibu dan anak. Pedangdut tersebut mengaku terbawa suasana sepanjang cerita hingga merasakan sesak di dada. Kedekatan tema film dengan kehidupan keluarga membuat Ayu semakin larut dalam sejumlah adegan yang ditampilkan. Ia bahkan membutuhkan waktu untuk menenangkan diri setelah menyelesaikan film tersebut. Menurut Ayu, cerita yang disajikan mampu menghadirkan emosi kehilangan dan kasih sayang keluarga secara kuat. Reaksi itu kemudian menjadi salah satu perhatian menjelang penayangan film kepada masyarakat luas.
Ayu mengungkapkan bahwa dirinya termasuk orang yang mudah tersentuh ketika menyaksikan cerita mengenai keluarga, terutama hubungan antara ibu dan anak. Hal tersebut membuat beberapa bagian dalam Ibu, Bagaimana Aku Tanpamu terasa sangat dekat dengan dirinya. Adegan-adegan emosional membuat air matanya terus mengalir selama pemutaran berlangsung. Ia menggambarkan perasaannya sampai membuat dada terasa sesak karena terbawa jalan cerita. Bagi Ayu, pengalaman menonton film tersebut tidak sekadar menghadirkan kesedihan, tetapi juga mengingatkan pentingnya keberadaan seorang ibu dalam kehidupan. Perasaan itu semakin kuat karena dirinya memiliki hubungan dekat dengan keluarga.
Film Ibu, Bagaimana Aku Tanpamu membawa tema keluarga sebagai pusat cerita dengan menyoroti ikatan emosional yang terbentuk antara seorang anak dan ibunya. Konflik yang muncul dibangun melalui berbagai pengalaman kehidupan yang membuat karakter-karakternya menghadapi rasa takut kehilangan. Cerita tersebut berusaha menggambarkan bagaimana kehadiran seorang ibu sering kali menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup anak. Ketika hubungan itu menghadapi perubahan, karakter di dalam film harus berhadapan dengan emosi yang tidak mudah diterima. Unsur tersebut menjadi salah satu bagian yang membuat Ayu mengaku sangat tersentuh. Ia menilai banyak penonton dapat menghubungkan cerita film dengan pengalaman pribadi masing-masing.
Reaksi Ayu juga menunjukkan kuatnya pengaruh cerita keluarga ketika disampaikan melalui pengalaman yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Film bertema hubungan orang tua dan anak kerap menghadirkan ruang bagi penonton untuk mengingat kembali perjalanan bersama keluarga mereka sendiri. Bagi seseorang yang memiliki kedekatan dengan ibu, adegan mengenai kehilangan maupun perpisahan dapat memunculkan respons emosional yang lebih dalam. Ayu mengaku perasaan tersebut muncul secara spontan selama menonton. Tangisan yang terjadi bukan hanya karena kesedihan dalam cerita, tetapi juga karena dirinya membayangkan hubungan dengan orang-orang terdekat. Pengalaman tersebut membuat film meninggalkan kesan setelah pemutaran selesai.
Sebagai seorang ibu sekaligus anak, Ayu juga dapat melihat cerita dari dua sudut pandang berbeda. Ia selama ini dikenal dekat dengan putrinya, Bilqis Khumairah Razak, sekaligus memiliki hubungan erat dengan kedua orang tuanya. Posisi tersebut membuat tema mengenai keluarga terasa semakin personal baginya. Ayu menilai kasih sayang seorang ibu sering kali baru terasa sangat besar ketika seseorang membayangkan kemungkinan kehilangan. Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk menghargai waktu bersama keluarga selama kesempatan tersebut masih ada. Pesan mengenai hubungan keluarga menjadi hal yang paling membekas baginya setelah menyaksikan film.
Ibu, Bagaimana Aku Tanpamu diharapkan dapat menjangkau penonton yang menyukai drama keluarga dengan pendekatan emosional. Respons Ayu Ting Ting menjadi gambaran bagaimana cerita dalam film tersebut dapat memunculkan refleksi mengenai hubungan anak dan orang tua. Meski pengalaman setiap penonton tentunya berbeda, tema kehilangan dan kasih sayang keluarga menjadi bagian yang mudah ditemukan dalam kehidupan banyak orang. Ayu sendiri mengaku membutuhkan waktu untuk melepaskan emosi setelah menyaksikan keseluruhan cerita. Baginya, rasa sesak yang muncul menjadi tanda bahwa pesan film berhasil menyentuh perasaannya secara mendalam. Pengalaman menonton tersebut sekaligus mengingatkannya untuk semakin menghargai kebersamaan dengan orang-orang terdekat.