Tangerang, 8 September 2026 – Kepulangan Timnas Indonesia U-20 dari Laos menuju Tanah Air sempat diwarnai ketidakpastian akibat penutupan sementara Bandara Internasional Soekarno-Hatta menyusul sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Pelatih Timnas Indonesia U-20 Nova Arianto mengungkapkan rombongan Garuda Muda bahkan telah menyiapkan sejumlah opsi pendaratan alternatif apabila kondisi bandara utama Jakarta belum memungkinkan menerima penerbangan. Yogyakarta menjadi salah satu pilihan yang dipertimbangkan bersama Batam dan Surabaya untuk membawa para pemain kembali ke Indonesia. Skenario tersebut dipersiapkan karena keselamatan penerbangan tetap menjadi pertimbangan utama di tengah gangguan abu vulkanik. Namun, rencana alternatif akhirnya tidak perlu digunakan setelah situasi Bandara Soekarno-Hatta membaik dan operasional kembali dibuka. Rombongan Timnas U-20 pun berhasil mendarat di Tangerang pada Selasa sore setelah menyelesaikan perjalanan dari Laos.
Nova mengatakan opsi pendaratan di kota lain telah dibicarakan ketika rombongan masih memantau perkembangan situasi penerbangan menuju Jakarta. Yogyakarta, Batam, dan Surabaya dinilai dapat menjadi alternatif apabila penerbangan menuju Bandara Soekarno-Hatta masih terdampak penutupan. Tim pelatih dan PSSI harus mempersiapkan kemungkinan tersebut karena perubahan kondisi abu vulkanik sangat bergantung pada arah angin dan perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Jika salah satu opsi itu digunakan, perjalanan tim menuju tujuan berikutnya tentu membutuhkan penyesuaian tambahan setelah tiba di Indonesia. Beruntung, situasi pada Selasa berkembang lebih baik sehingga Garuda Muda tidak perlu mengaktifkan rencana cadangan tersebut. Nova mengaku bersyukur perjalanan akhirnya dapat diselesaikan dengan mendarat langsung di kawasan Jakarta sesuai rencana awal.
Timnas Indonesia U-20 sebelumnya meninggalkan Laos setelah menyelesaikan perjuangan pada Kualifikasi Piala Asia U-20 2027. Dalam perjalanan pulang, rombongan terlebih dahulu menuju Kuala Lumpur, Malaysia, sebelum melanjutkan penerbangan ke Indonesia. Pada saat yang sama, kondisi penerbangan menuju Jakarta masih menjadi perhatian karena Bandara Soekarno-Hatta sempat ditutup pada 6 hingga 7 September akibat paparan abu vulkanik. PSSI terus memantau perkembangan tersebut agar dapat menentukan rute perjalanan yang paling aman bagi pemain dan ofisial. Tidak ada rencana untuk memperpanjang masa tinggal rombongan di Malaysia karena sejak awal tim dijadwalkan kembali ke Indonesia pada 8 September. Opsi pendaratan alternatif di beberapa kota Indonesia menjadi pilihan apabila perjalanan langsung menuju Jakarta belum memungkinkan.
Kekhawatiran mengenai kepulangan tim muncul tepat setelah Garuda Muda menyelesaikan pertandingan terakhir kualifikasi. Pada Senin, Nova masih berharap tidak perlu menggunakan rencana alternatif dan perjalanan dapat berlangsung sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Kondisi Bandara Soekarno-Hatta ketika itu belum sepenuhnya normal sehingga kepastian perjalanan sangat bergantung pada perkembangan penanganan abu vulkanik. PSSI memilih mempertahankan jadwal sambil menunggu informasi terbaru dari otoritas penerbangan. Keputusan tersebut akhirnya tepat karena bandara kembali dapat digunakan sebelum rombongan tiba dari Malaysia. Tim tidak perlu mengalihkan penerbangan menuju Yogyakarta, Batam, maupun Surabaya dan dapat langsung menyelesaikan perjalanan ke Tangerang.
Rombongan Garuda Muda akhirnya tiba di Bandara Soekarno-Hatta sekitar pukul 17.40 WIB pada Selasa. Para pemain keluar dari terminal dengan membawa koper dan perlengkapan masing-masing setelah menjalani perjalanan panjang dari Vientiane melalui Kuala Lumpur. Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi hadir menyambut kedatangan tim setelah keberhasilan mereka memastikan tempat di putaran final Piala Asia U-20 2027. Nova bersama para pemain sempat berbincang dengan Yunus sebelum rombongan melanjutkan agenda masing-masing. Kedatangan tersebut sekaligus mengakhiri kekhawatiran mengenai kemungkinan perubahan rute yang telah muncul sejak penutupan Bandara Soekarno-Hatta. Bagi tim pelatih, keberhasilan tiba sesuai rencana juga penting agar pemain dapat segera beristirahat setelah menjalani pertandingan dan perjalanan internasional.
Gangguan penerbangan terjadi setelah abu dari aktivitas Gunung Anak Krakatau menyebar ke sejumlah wilayah dan memengaruhi ruang udara di sekitar kawasan barat Pulau Jawa. Bandara Soekarno-Hatta menjadi salah satu dari delapan bandara yang sempat menghentikan operasional karena pertimbangan keselamatan. Abu vulkanik dapat menimbulkan risiko serius terhadap penerbangan karena partikelnya berpotensi mengganggu mesin maupun sejumlah komponen pesawat. Otoritas melakukan pemeriksaan serta pembersihan pada fasilitas penerbangan sebelum operasional kembali dibuka. Pada Selasa, kondisi dinilai telah memungkinkan seluruh bandara yang sebelumnya terdampak untuk kembali melayani penerbangan, meskipun proses normalisasi jadwal membutuhkan waktu. Situasi tersebut membuat penerbangan Timnas U-20 dapat masuk ke Soekarno-Hatta tanpa harus dialihkan.
Perjalanan pulang tersebut berlangsung setelah Indonesia mencatat hasil positif dalam Kualifikasi Piala Asia U-20 2027 Grup H di Laos. Tim asuhan Nova Arianto membuka persaingan dengan bermain imbang 0-0 menghadapi Malaysia sebelum meraih kemenangan 3-0 atas tuan rumah Laos. Pertandingan terakhir menghadapi Australia kemudian menjadi laga penting dalam perebutan posisi teratas grup. Indonesia berhasil menang 2-0 dan menyelesaikan tiga pertandingan dengan koleksi tujuh poin. Hasil tersebut menempatkan Garuda Muda sebagai juara Grup H sekaligus memastikan tiket langsung menuju putaran final. Catatan tanpa kebobolan sepanjang kualifikasi juga menjadi salah satu hasil positif yang dibawa pulang tim dari Laos.
Kemenangan atas Australia memiliki arti besar karena lawan yang dihadapi merupakan juara bertahan Piala Asia U-20. Hasil tersebut sekaligus membuat Australia gagal melanjutkan langkah ke putaran final edisi 2027, sementara Indonesia memperoleh kesempatan kembali bersaing di level Asia. Nova tetap mengingatkan para pemain agar tidak cepat puas karena kualitas persaingan pada putaran final akan meningkat dibandingkan babak kualifikasi. Evaluasi terhadap permainan akan dilakukan setelah pemain memperoleh waktu pemulihan. Tim pelatih ingin melihat kembali berbagai aspek, mulai dari organisasi pertahanan, efektivitas serangan, transisi, hingga kemampuan menjaga konsistensi sepanjang pertandingan. Keberhasilan selama kualifikasi menjadi modal awal, tetapi bukan jaminan Garuda Muda dapat mencapai target lebih tinggi tanpa persiapan yang matang.
Setelah tiba di Indonesia, Nova akan kembali berkoordinasi dengan PSSI mengenai program persiapan menuju Piala Asia U-20 2027. Agenda tersebut akan mencakup pemantauan pemain, pemusatan latihan, serta kemungkinan pertandingan uji coba yang dapat membantu meningkatkan kesiapan tim. PSSI juga perlu mengatur jadwal dengan mempertimbangkan aktivitas pemain bersama klub masing-masing sehingga proses persiapan dapat berlangsung optimal. Pengalaman menghadapi Malaysia, Laos, dan Australia akan digunakan sebagai bahan evaluasi untuk menentukan bagian permainan yang masih membutuhkan peningkatan. Timnas Indonesia U-20 memiliki waktu beberapa bulan untuk membangun skuad yang lebih matang sebelum bertemu tim-tim terbaik Asia. Target berikutnya bukan hanya tampil pada putaran final, tetapi berusaha melangkah sejauh mungkin dalam persaingan kontinental.
Kepulangan Garuda Muda yang nyaris dialihkan menuju Yogyakarta memperlihatkan bagaimana dampak erupsi Anak Krakatau dapat memengaruhi rencana perjalanan bahkan setelah sebuah tim menyelesaikan agenda internasionalnya. PSSI dan tim pelatih telah menyiapkan Yogyakarta, Batam, serta Surabaya sebagai opsi agar rombongan tetap dapat kembali ke Indonesia apabila Bandara Soekarno-Hatta belum dibuka. Pada akhirnya, membaiknya kondisi penerbangan membuat seluruh skenario tersebut tidak perlu dijalankan dan tim dapat mendarat langsung di Tangerang. Nova menyambut situasi tersebut dengan rasa syukur karena pemain tidak harus menjalani perjalanan tambahan setelah menyelesaikan kualifikasi yang menguras tenaga. Kini perhatian Garuda Muda dapat sepenuhnya dialihkan dari persoalan perjalanan menuju program persiapan berikutnya. Keberhasilan lolos sebagai juara grup menjadi modal penting, sementara putaran final Piala Asia U-20 2027 akan menjadi tantangan berikutnya bagi generasi muda sepak bola Indonesia.