Jakarta, 13 September 2026 – Bek Timnas Indonesia Jay Idzes mendapat sorotan positif menjelang pertandingan Sassuolo menghadapi Juventus pada pekan keempat Serie A 2026-2027. Pemain berusia 26 tahun tersebut dinilai memberikan ketenangan dan keseimbangan yang semakin dibutuhkan lini pertahanan Sassuolo. Setelah menjadi pilihan utama dalam dua pertandingan terakhir, Idzes berpeluang kembali dipercaya pelatih Alberto Aquilani untuk mengawal jantung pertahanan ketika menghadapi salah satu tim kuat Italia tersebut. Penampilannya dinilai tidak selalu mencolok melalui aksi spektakuler, tetapi konsistensi dalam membaca situasi menjadi salah satu kekuatan utamanya. Kemampuan menentukan kapan harus maju, mempertahankan posisi, atau mengarahkan penyerang lawan ke area yang kurang berbahaya membuat struktur pertahanan Sassuolo terlihat lebih terorganisasi. Kehadirannya juga memberikan ruang bagi pemain lain untuk menjalankan tugas dengan lebih agresif tanpa meninggalkan pertahanan dalam kondisi terlalu terbuka.
Performa Idzes semakin mendapatkan perhatian setelah Sassuolo menjalani dua pertandingan terakhir Serie A dengan hasil yang cukup positif. Setelah tidak tampil pada pekan pertama, Idzes membantu Neroverdi meraih kemenangan 2-1 atas Torino dan kemudian mencatat hasil imbang 2-2 ketika bertandang menghadapi Bologna. Dalam laga melawan Bologna, pemain bernomor punggung 21 tersebut sempat melakukan penyelamatan penting untuk menggagalkan peluang berbahaya lawan. Meskipun Sassuolo akhirnya kebobolan gol penyeimbang menjelang pertandingan berakhir, kontribusi Idzes sepanjang pertandingan tetap memperoleh apresiasi. Kemampuannya mengantisipasi bahaya sebelum peluang berkembang dinilai menjadi salah satu alasan dirinya semakin sulit dilepaskan dari komposisi utama. Performa tersebut menjadi modal penting sebelum Sassuolo menghadapi lini serang Juventus yang menawarkan tantangan lebih besar.
Salah satu ulasan menjelang pertandingan menilai Idzes membuat Sassuolo dapat bermain dengan perasaan lebih tenang karena kemampuannya membaca situasi di lini belakang. Pemain kelahiran Mierlo itu mampu mengambil posisi secara rasional dan tidak mudah terpancing keluar dari struktur ketika menghadapi tekanan. Karakter tersebut sangat dibutuhkan dalam filosofi permainan Aquilani yang mengandalkan garis pertahanan cukup tinggi dan memberikan kebebasan kepada bek sayap untuk membantu serangan. Sistem semacam itu secara alami meninggalkan ruang di belakang yang dapat dimanfaatkan lawan melalui serangan balik maupun umpan langsung. Bek tengah karena itu dituntut nyaman menghadapi situasi satu lawan satu dan mampu mengambil keputusan dalam waktu singkat. Idzes dinilai mempunyai karakter yang sesuai untuk menjalankan tanggung jawab tersebut.
Keserasian Idzes dengan Fedde Leysen juga mulai menjadi salah satu kekuatan di jantung pertahanan Sassuolo. Leysen memiliki karakter lebih agresif dengan keberanian meninggalkan garis untuk melakukan intersep dan menekan pemain lawan. Idzes dapat melengkapinya dengan membaca ruang yang ditinggalkan serta mengantisipasi pergerakan penyerang di belakang garis pertahanan. Pembagian peran keduanya memang tidak selalu kaku karena situasi pertandingan dapat membuat masing-masing pemain bertukar tugas. Namun, pemahaman antara keduanya mulai terlihat semakin baik setelah mendapatkan kesempatan bermain bersama. Kombinasi agresivitas dan kemampuan membaca permainan tersebut memberikan Aquilani pilihan untuk mempertahankan pendekatan ofensif tanpa mengabaikan keseimbangan di area belakang.
Kontribusi Idzes juga tidak hanya diukur ketika Sassuolo kehilangan bola. Aquilani menginginkan proses pembangunan serangan yang terstruktur sejak lini pertahanan sehingga bek tengah dituntut mampu mengambil keputusan dengan tenang ketika mendapatkan tekanan. Idzes bukan tipe bek yang selalu mencoba mengirimkan umpan panjang atau melakukan aksi berisiko untuk menarik perhatian. Sebaliknya, ia cenderung memilih sirkulasi yang aman dan memiliki tujuan sehingga bola dapat diteruskan menuju pemain tengah dalam posisi lebih menguntungkan. Ketika tekanan pertama lawan berhasil dilewati, Nemanja Matic dapat memperoleh kesempatan menerima bola dan mengatur fase permainan berikutnya. Apabila jalur menuju lini tengah tertutup, Sassuolo masih dapat mengembangkan serangan melalui sisi lapangan dengan memanfaatkan posisi bek sayap yang lebih tinggi.
Pendekatan tersebut akan mendapatkan ujian jauh lebih berat ketika Juventus datang ke Mapei Stadium. Bianconeri memiliki pemain dengan kemampuan bergerak di antara lini dan tidak selalu mempertahankan posisi secara statis selama menyerang. Pergerakan tanpa bola dan pergantian posisi pemain Juventus berpotensi memaksa bek Sassuolo terus melakukan komunikasi serta penyesuaian posisi. Idzes akan membutuhkan konsentrasi tinggi karena kesalahan kecil dalam membaca pergerakan dapat menciptakan ruang berbahaya di sekitar kotak penalti. Sassuolo juga diperkirakan tidak akan meninggalkan identitas permainan Aquilani hanya karena menghadapi lawan dengan kualitas individu lebih tinggi. Keberanian mempertahankan garis pertahanan dan membangun serangan dari belakang membuat kualitas pengambilan keputusan Idzes menjadi semakin penting.
Sassuolo vs Juventus
Stadion Mapei – Città del Tricolore • Reggio Emilia

Sassuolo
Besok
01.45

Juventus
Give feedback
Sassuolo memasuki pertandingan tersebut setelah mengumpulkan empat poin dari tiga laga awal Serie A musim ini. Setelah mengalami kekalahan pada pertandingan pembuka, Neroverdi mampu bangkit dengan mengalahkan Torino sebelum membawa pulang satu poin dari markas Bologna. Juventus sementara itu mengawali musim dengan dua kemenangan dan satu hasil imbang sehingga belum terkalahkan dalam tiga pertandingan pertama. Pertemuan kedua tim dijadwalkan berlangsung di Mapei Stadium pada Minggu malam waktu Italia atau Senin, 14 September 2026 pukul 01.45 WIB. Perbedaan kualitas dan kedalaman skuad membuat Juventus tetap menjadi tantangan besar bagi tuan rumah. Namun, Sassuolo memiliki kesempatan memanfaatkan keuntungan bermain di kandang untuk mencoba mempertahankan tren positifnya.
Catatan pertahanan Sassuolo sendiri masih menyisakan pekerjaan karena mereka selalu kebobolan dalam tiga pertandingan Serie A pertama musim ini. Kehadiran Idzes belum otomatis membuat lini belakang menjadi tanpa celah, tetapi struktur pertahanan dinilai lebih terarah ketika dirinya berada di lapangan. Salah satu kelebihan yang terlihat adalah kemampuannya menjaga kedalaman ketika rekan setim melakukan tekanan lebih tinggi. Ia juga cukup disiplin untuk tidak selalu mengejar bola dan lebih memilih menutup jalur yang dapat digunakan penyerang lawan. Pendekatan tersebut mungkin terlihat sederhana, tetapi menjadi penting ketika sebuah tim menggunakan garis pertahanan tinggi. Melawan Juventus, kualitas tersebut akan diuji oleh pemain-pemain yang mampu memanfaatkan ruang sempit dan kesalahan posisi dengan cepat.
Aquilani sebenarnya memiliki sejumlah alternatif untuk mengisi jantung pertahanan, termasuk Duje Caleta-Car dan Cas Odenthal. Namun, komposisi dalam pertandingan terakhir memberikan indikasi bahwa Idzes telah memperoleh posisi penting dalam rencana permainan Sassuolo. Persaingan tersebut membuat pemain Indonesia itu tetap harus menjaga konsistensi karena perubahan dapat dilakukan apabila performa menurun. Tantangan melawan Juventus sekaligus menjadi kesempatan bagi Idzes untuk menunjukkan bahwa kontribusinya tidak hanya efektif ketika menghadapi tim dengan kekuatan relatif seimbang. Jika mampu menjaga pertahanan Sassuolo dari tekanan Bianconeri, posisinya sebagai salah satu pilihan utama Aquilani dapat semakin kuat. Pertandingan besar seperti ini juga menjadi panggung penting bagi Idzes untuk mengukur kemampuannya menghadapi penyerang dengan kualitas tinggi.
Pertemuan Sassuolo dan Juventus pada akhirnya menjadi ujian penting bagi perkembangan peran Jay Idzes di lini belakang Neroverdi. Kemampuan membaca permainan, menjaga posisi, serta memberikan ketenangan ketika membangun serangan menjadi kualitas yang membuatnya semakin diperhitungkan. Sassuolo membutuhkan karakter tersebut untuk tetap memainkan sepak bola yang berani tanpa kehilangan keseimbangan ketika Juventus melakukan serangan balik. Idzes dan rekan-rekannya tetap menghadapi tugas berat karena Bianconeri datang dengan status belum terkalahkan pada awal musim. Namun, dua hasil positif Sassuolo dalam pertandingan terakhir memberikan modal kepercayaan diri menjelang duel tersebut. Bagi Idzes, pertandingan kontra Juventus dapat menjadi kesempatan berikutnya untuk membuktikan bahwa dirinya telah berkembang menjadi figur penting dalam struktur pertahanan Sassuolo.