Jakarta, 14 September 2026 – Proses naturalisasi Taisei Marukawa menjadi warga negara Indonesia mulai berjalan setelah Dewa United mengonfirmasi pemain asal Jepang tersebut mengajukan perubahan kewarganegaraan. Marukawa telah berkarier di Indonesia sejak bergabung dengan Persebaya Surabaya pada 2021 dan kini telah memenuhi masa tinggal lima tahun yang dapat menjadi dasar pengajuan naturalisasi melalui jalur residensi. Meski prosesnya telah dimulai, belum terdapat kepastian mengenai kapan pemain berusia 29 tahun tersebut akan resmi memperoleh status WNI. Perjalanan Marc Klok dapat menjadi salah satu gambaran mengenai waktu yang mungkin dibutuhkan karena gelandang Persib Bandung tersebut pernah menjalani proses serupa melalui jalur masa tinggal. Klok mulai mengurus naturalisasi pada 2019 dan baru resmi menjadi WNI pada November 2020. Dengan demikian, pengalaman Klok menunjukkan proses naturalisasi melalui jalur tersebut dapat membutuhkan waktu lebih dari satu tahun dan sangat bergantung pada kelengkapan administrasi serta tahapan yang harus dilewati.
Marukawa pertama kali datang ke sepak bola Indonesia ketika bergabung dengan Persebaya menjelang kompetisi musim 2021/2022. Pemain kelahiran Higashihiroshima itu langsung mencuri perhatian berkat kemampuan menyerang, kecepatan, serta produktivitasnya bersama klub asal Surabaya tersebut. Setelah satu musim memperkuat Persebaya, Marukawa melanjutkan karier bersama PSIS Semarang sebelum akhirnya bergabung dengan Dewa United pada 2024. Perjalanan tersebut membuatnya menetap dan berkarier di Indonesia secara berkelanjutan selama lima tahun. Masa tinggal itulah yang membuka jalan bagi Marukawa untuk mengajukan kewarganegaraan Indonesia tanpa harus menggunakan jalur keturunan. Namun, terpenuhinya masa tinggal belum berarti status WNI dapat diperoleh secara otomatis karena proses administratif tetap harus diselesaikan.
Situasi yang pernah dialami Marc Klok memiliki sejumlah kemiripan. Klok datang ke Indonesia pada 2017 untuk memperkuat PSM Makassar dan kemudian mulai menjalani proses naturalisasi sekitar Maret 2019. Ketika proses tersebut dimulai, masa tinggal Klok di Indonesia masih menjadi salah satu persoalan karena dirinya belum mencapai lima tahun. Proses naturalisasinya kemudian berlangsung cukup panjang sebelum akhirnya resmi menjadi WNI pada 12 November 2020. Artinya, terdapat rentang sekitar satu tahun delapan bulan sejak prosesnya mulai diberitakan berjalan hingga kewarganegaraan Indonesia diperoleh. Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa naturalisasi melalui jalur residensi memiliki karakter berbeda dibandingkan sejumlah pemain keturunan Indonesia yang dalam beberapa tahun terakhir diproses melalui mekanisme kepentingan negara.
Karena itu, tidak dapat dipastikan bahwa Marukawa akan mendapatkan status WNI dalam hitungan hari atau beberapa pekan. Proses naturalisasi reguler membutuhkan pemeriksaan dokumen dan pemenuhan berbagai persyaratan sesuai ketentuan kewarganegaraan Indonesia. Masa tinggal hanya menjadi salah satu persyaratan yang harus dipenuhi calon warga negara. Pemohon juga harus menjalani berbagai tahapan administratif sebelum permohonan memperoleh keputusan akhir. Lamanya proses dapat berbeda untuk setiap individu berdasarkan kelengkapan berkas, pemeriksaan, dan mekanisme yang digunakan. Pengalaman Klok memberikan gambaran bahwa perjalanan tersebut dapat berlangsung cukup panjang meskipun pemain sudah lama tinggal dan berkarier di Indonesia.
Naturalisasi Marukawa juga menarik perhatian karena memiliki konsekuensi terhadap statusnya di kompetisi domestik. Apabila resmi menjadi WNI, Marukawa tidak lagi tercatat sebagai pemain asing berdasarkan kewarganegaraan dalam kompetisi Indonesia. Kondisi tersebut dapat memberikan keuntungan bagi Dewa United dalam mengelola komposisi skuad dan kuota pemain asing. Klub dapat memiliki ruang lebih besar untuk mendaftarkan pemain lain tanpa kehilangan keberadaan Marukawa dalam skuad. Faktor tersebut membuat proses naturalisasi memiliki nilai strategis dari perspektif klub, terlepas dari kemungkinan sang pemain membela Timnas Indonesia. Namun, perubahan status dalam kompetisi tetap harus mengikuti ketentuan pendaftaran pemain dan waktu penyelesaian administrasi yang berlaku.
Kemungkinan Marukawa membela Timnas Indonesia menjadi pembahasan berbeda karena status WNI dan kelayakan bermain untuk tim nasional tidak selalu dapat disamakan. Selain memperoleh kewarganegaraan Indonesia, seorang pemain harus memenuhi regulasi kelayakan yang ditetapkan FIFA sebelum dapat memperkuat sebuah negara. Dalam kasus Marukawa, masa tinggalnya selama lima tahun berturut-turut setelah berusia 18 tahun menjadi aspek penting yang dapat membuka peluang tersebut. Ia telah bermain di Indonesia sejak 2021 sehingga secara waktu telah mencapai periode yang dibutuhkan untuk jalur residensi. Meski demikian, keputusan mengenai pemanggilan tetap berada di tangan pelatih dan federasi setelah seluruh persyaratan administratif terpenuhi. Status naturalisasi karena itu tidak otomatis menjamin seorang pemain mendapatkan tempat di skuad nasional.
Pengalaman Marc Klok memperlihatkan perbedaan antara memperoleh paspor Indonesia dan mendapatkan izin tampil bersama Timnas Indonesia. Klok resmi menjadi WNI pada November 2020, tetapi baru menjalani debut bersama tim nasional senior pada Juni 2022. Salah satu persoalan ketika itu berkaitan dengan persyaratan kelayakan internasional dan pembuktian mengenai jalur yang dapat digunakannya. Pada akhirnya, masa tinggal lima tahun di Indonesia membuat Klok memenuhi persyaratan untuk memperkuat Merah Putih. Perjalanannya menunjukkan bahwa proses administratif dapat tetap berlangsung setelah kewarganegaraan diperoleh apabila seorang pemain memiliki target membela tim nasional. Marukawa berpotensi menghadapi tahapan yang lebih sederhana dari sisi masa tinggal karena periode lima tahunnya telah terpenuhi ketika proses naturalisasi dilakukan.
Dewa United memiliki kepentingan untuk memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai ketentuan tanpa menimbulkan persoalan terhadap status pemain. Marukawa merupakan salah satu pemain berpengalaman yang telah memahami karakter kompetisi Indonesia setelah memperkuat tiga klub berbeda. Adaptasinya terhadap sepak bola nasional praktis tidak menjadi persoalan besar karena sebagian besar karier profesionalnya dalam lima tahun terakhir berlangsung di Indonesia. Kemampuan tersebut menjadi alasan status WNI Marukawa dapat memberikan nilai tambahan bagi klub. Namun, penyelesaian naturalisasi tetap berada dalam mekanisme pemerintah dan tidak sepenuhnya dapat ditentukan oleh keinginan klub. Karena itu, target waktu yang terlalu singkat belum tentu dapat direalisasikan apabila masih terdapat tahapan administratif yang harus diselesaikan.
Dari sisi sepak bola, Marukawa menawarkan karakter yang dapat menjadi alternatif apabila suatu saat mendapatkan kesempatan memperkuat Timnas Indonesia. Ia dikenal mampu bermain di area sayap maupun posisi menyerang lainnya dan memiliki pengalaman panjang menghadapi pemain-pemain Liga Indonesia. Namun, persaingan untuk masuk tim nasional juga semakin ketat dengan banyaknya pemain yang berkarier di dalam maupun luar negeri. Pelatih tetap harus mempertimbangkan performa, kebutuhan taktik, usia, dan karakter pemain sebelum menentukan skuad. Naturalisasi melalui jalur residensi juga memiliki konteks berbeda dengan program pemain keturunan yang secara khusus diproyeksikan untuk memperkuat tim nasional. Untuk sementara, fokus utama Marukawa adalah menyelesaikan proses perubahan kewarganegaraan yang telah dimulai.
Perjalanan Marc Klok pada akhirnya dapat memberikan gambaran bahwa naturalisasi Taisei Marukawa tidak memiliki jangka waktu yang dapat dipastikan sejak awal. Klok membutuhkan sekitar satu tahun delapan bulan dari awal proses yang diketahui publik hingga resmi memperoleh kewarganegaraan Indonesia, meskipun kondisi administrasi setiap pemain dapat berbeda. Marukawa memiliki keuntungan karena telah mencapai masa tinggal lima tahun ketika mengajukan naturalisasi sehingga salah satu persyaratan penting telah terpenuhi. Meski demikian, kelengkapan dokumen, pemeriksaan pemerintah, dan tahapan administrasi lainnya tetap menentukan seberapa cepat proses tersebut dapat diselesaikan. Jika seluruh persyaratan berjalan tanpa hambatan, perjalanan Marukawa dapat saja lebih cepat dibandingkan Klok, tetapi belum ada kepastian mengenai target waktunya. Untuk saat ini, kisah Klok menjadi salah satu rujukan paling relevan untuk memahami bahwa perubahan status dari pemain asing menjadi WNI melalui jalur residensi merupakan proses yang membutuhkan waktu dan tidak dapat diselesaikan secara otomatis hanya karena masa tinggal telah terpenuhi.