Jakarta, 5 Juni 2026 – Pemerintah Kota Pekanbaru mulai melakukan penertiban kabel fiber optik yang dinilai mengganggu estetika dan kerap menimbulkan kesemrawutan di sejumlah ruas jalan utama. Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya penataan infrastruktur perkotaan guna menciptakan lingkungan yang lebih rapi, aman, dan nyaman bagi masyarakat. Wali Kota Pekanbaru menegaskan bahwa keberadaan kabel yang menjuntai, bertumpuk pada tiang, atau dipasang tanpa memperhatikan tata ruang kota tidak hanya mengurangi keindahan kawasan perkotaan, tetapi juga berpotensi menimbulkan risiko keselamatan. Oleh karena itu, pemerintah daerah mulai melakukan pendataan dan koordinasi dengan berbagai penyedia layanan telekomunikasi untuk memastikan proses penataan berjalan secara tertib. Program ini menjadi salah satu bagian dari agenda pembenahan wajah kota yang terus dilakukan dalam beberapa tahun terakhir.
Penertiban difokuskan pada titik-titik yang selama ini menjadi sorotan masyarakat karena dipenuhi jaringan kabel udara yang tidak tertata dengan baik. Di sejumlah lokasi, kabel fiber optik terlihat saling bertumpuk dan membentuk jaringan yang semrawut sehingga mengganggu pemandangan serta berpotensi menimbulkan gangguan teknis. Pemerintah kota menilai kondisi tersebut perlu segera dibenahi agar sejalan dengan konsep pembangunan kota yang lebih modern dan terorganisasi. Selain itu, penataan juga bertujuan untuk mempermudah proses pemeliharaan jaringan oleh operator serta mengurangi risiko kerusakan akibat faktor cuaca maupun aktivitas lainnya. Langkah awal dilakukan melalui identifikasi kabel aktif dan kabel yang sudah tidak digunakan agar proses penertiban dapat dilakukan secara tepat.
Dalam pelaksanaannya, pemerintah daerah menggandeng berbagai perusahaan penyedia layanan internet dan telekomunikasi untuk menyusun mekanisme penataan yang tidak mengganggu pelayanan kepada masyarakat. Operator diminta memastikan jaringan yang masih digunakan tetap berfungsi dengan baik selama proses penataan berlangsung. Pemerintah juga menekankan pentingnya kepatuhan terhadap aturan pemasangan infrastruktur telekomunikasi yang telah ditetapkan. Ke depan, sejumlah kawasan strategis direncanakan menggunakan sistem jaringan bawah tanah sebagai solusi jangka panjang untuk mengurangi keberadaan kabel udara. Pendekatan tersebut dinilai mampu meningkatkan estetika kota sekaligus memberikan perlindungan yang lebih baik terhadap jaringan komunikasi.
Program penertiban kabel fiber optik mendapat respons positif dari berbagai kalangan masyarakat yang selama ini mengeluhkan kondisi kabel yang semrawut di sejumlah titik. Banyak warga menilai langkah tersebut akan memberikan dampak positif terhadap tampilan kota sekaligus meningkatkan kenyamanan lingkungan. Para pengamat tata kota juga menilai bahwa penataan infrastruktur pendukung seperti jaringan telekomunikasi merupakan bagian penting dalam menciptakan kawasan perkotaan yang tertata dan berdaya saing. Selain aspek visual, penataan yang baik juga dapat mendukung keselamatan publik serta efisiensi pengelolaan infrastruktur. Oleh karena itu, konsistensi dalam pelaksanaan program dinilai menjadi faktor penting untuk mencapai hasil yang optimal.
Pemerintah Kota Pekanbaru menegaskan bahwa penertiban akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi lapangan dan kebutuhan masyarakat. Evaluasi berkala akan dilakukan untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai rencana dan tidak menimbulkan gangguan yang signifikan terhadap layanan telekomunikasi. Selain penataan kabel fiber optik, pemerintah juga berencana melanjutkan berbagai program pembenahan infrastruktur kota lainnya guna meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan. Dengan langkah tersebut, Pekanbaru diharapkan mampu menghadirkan wajah kota yang lebih rapi, modern, dan nyaman bagi masyarakat maupun pengunjung. Penertiban kabel yang selama ini mengganggu estetika menjadi salah satu langkah nyata menuju tata kota yang lebih teratur dan berkelanjutan.